Perpus Semesta

Perpustakaan & Kolektif Buku

Tjong King, Seorang Ilustrator Indonesia Di Belanda

13515076091116326313

Oleh: Mario Wibowo

Satu lagi orang kreatif asal Indonesia yang meniti kariernya di luar negeri. Namanya Tjong King, ia adalah seorang ilustrator lepas di Belanda. Hampir 350-an ilustrasi buku telah ia buat. Kebanyakan buku anak-anak. Selain ilustrasi buku, ia juga mengerjakan sejumlah komik. Karya yang melambungkan namanya adalah Book Without Word. Sekarang Tjong King mendapatkan tempat di kalangan pekerja kreatif Belanda, bahkan pihak kerajaan Belanda pernah memberikan sebuah penghargaan The Golden Brush atas prestasinya. Konon, The Golden Brush merupakan penghargaan yang sangat prestisius untuk para seniman di sana.

Sosok Tjong King baru saya kenal setelah ada tayangan mengenai perjalanan hidupnya di salah satu stasiun televisi swasta. Selama kurang lebih 30 menitan saya mengikuti penuturannya tentang bagaimana awal mula karirnya. Sepak terjang Tjong King sebagai seorang Ilustrator tidaklah berjalan mulus. Keputusannya untuk merantau pada tahun 1956 ke Belanda justru menimbulkan tantangan dan risiko yang membuat dirinya terperangah. Kompetisi yang keras, perbedaan budaya, serta kegagapan bahasa asing kerap ditemuinya.

Mencari pekerjaan yang sesuai minat dan bakat di Belanda memang penuh perjuangan. Mempunyai kemampuan saja belum cukup. Menurutnya, ada sesuatu lainnya yang perlu diingat dan dijadikan pegangan, yaitu percaya pada diri sendiri. Dengan prinsip seperti itu, Tjong King berhasil mewujudkan impiannya.

“Jika kau tidak mempercayai dirimu maka kau tidak akan meraih apa pun!” Ia menegaskan.

Apa yang Tjong King tuturkan amat menyentak. Pandangannya dapat diangkat sebagai inspirasi untuk generasi muda yang ingin berkarir sebagai seorang Ilustrator atau pekerja kreatif lainnya. Saya berpikir bahwa omongan Tjong King seolah ingin menyatakan kalau orang Indonesia tidak kalah kapasitasnya ketika berkecimpung di bidang industri kreatif dunia.

Dari rentetan cerita Tjong King, kemudian saya beranjak pada ungkapan yang ia sebut “mempercayai diri sendiri.” Itu mungkin tampak menyerempet dengan pengalaman dirinya saat berada di tengah orang-orang bangsa barat. Kelihatannya ungkapan tersebut berdasarkan apa yang ia rasakan dan lihat bahwa untuk menunjukan jati diri sesungguhnya kepada orang barat maka ia berupaya mengenyahkan sindrom subaltren. Mempercayai diri sendiri agar mereka mengetahui jika orang Indonesia sepertinya, mampu menciptakan karya-karya yang hebat.

Untuk informasi tambahan, Tjong King ini sering ditolak oleh sejumlah studio kreatif di sana. Lamarannya dimentahkan begitu saja. Barangkali embel-embel status orang Indonesia-nya. Akan tetapi penolakan-penolakan tersebut tidak menyurutkan tekad pria kelahiran Purworejo 1933 ini. Di suatu kesempatan, ia bertemu Martin Toonder, seorang pimpinan studio komik Bearer. Kepada Toonder, Tjong King mengatakan bahwa ia hanya butuh meja dan kursi supaya ia dapat membuktikan kemampuannya. Toonder mengabulkan dan semenjak itu Tjong King bekerja sebagai Ilustrator di sana.

Kesadaran saya terhadap profesi yang diperjuangkan Tjong King akhirnya mengarah kepada apa yang dinamakan dengan sebuah rasa cinta akan profesi. Rasa cinta yang dimiliki oleh Tjong King untuk bidang yang ingin ditekuninya mengubah kepahitan menjadi sesuatu yang manis. Ketika ia mencintai seni ilustrasi tiada satu pun yang berhak melarang atau memisahkannya. Tjong King bersatu dengan obyek yang dicintainya. Cinta ya cinta adalah sumber kekuatan dan sarat makna.

Seperti kata penulis Spanyol yang terkenal, Jose Ortegay Gasset, mengenai makna mendalam dari cinta, dalam eseinya “On Love” :  “Di kedalaman sanubarinya, seorang pecinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek dari cintanya. Persatuan itu bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya.”

Kini usia Tjong King 79 tahun, uban pun menyelimuti kepala. Meski demikian, kegesitannya dalam menyeket dan menggambar tak pernah padam. Tua-tua keladi, ia terus berkarya mengikuti jaman. Silahkan kunjungi situsnya http://www.thetjongkhing.nl/

2 comments on “Tjong King, Seorang Ilustrator Indonesia Di Belanda

  1. SayaStella
    March 3, 2013

    Huwoh! Kakek-kakek keren! *menjura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 3, 2013 by in Artikel and tagged , , .
%d bloggers like this: