Perpus Semesta

Perpustakaan & Kolektif Buku

Kepada Cerpen Robohnya Surau Kami

Hai, sebelumnya aku akan perkenalkan diriku terlebih dahulu. Namaku Yunika Eka putri. Aku adalah seorang pelajar. Aku memang kurang pandai menulis tapi intinya disini aku mau belajar dan belajar.

Pada hari minggu, 20 mei 2012 pukul 15.00 Sanggar Semesta mengadakan acara Reading Group yang dibina oleh  Adzwari Ridzki. Sanggar Semesta adalah perpustakaan yang merupakan sebuah gerakan sosial untuk membudidayakan gemar membaca di Anyer. Sedangkan Reading Group adalah  sebuah acara dimana kita akan mengolah kemampuan verbal dan membedah  isi cerpen. Pada kegiatan Reading Group, banyak yang bisa kita lakukan antara lain berdiskusi, belajar, bahkan siapa pun yang hadir boleh menjadi guru. Reading Group yang pertama akan membedah sebuah cerpen yang berjudul  “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis  diterbitkan tahun 1956.

Pertama kali aku mendengar cerpen Robohnya Surau Kami itu diceritakan oleh seorang teman. Ketika itu ia menceritakan kisah seorang kakek garin (penjaga surau) yang resah dan marah setelah mendengar cerita Ajo sidi. Si Kakek bunuh diri setelah mendapat cerita dari Ajo Sidi—si Pembual. Tentang Haji Saleh yang akhirnya dimasukkan ke dalam neraka, walaupun pekerjaan sehari-harinya beribadah di Masjid, persis seperti yang dilakukan oleh si Kakek. Haji Saleh dalam cerita Ajo Sidi adalah orang yang rajin beribadah, semua ibadah dari A sampai Z ia laksanakan dengan tekun. Tapi, saat “hari keputusan”. Hari ditentukannya manusia masuk surga atau neraka. Haji Saleh malah dimasukkan ke neraka. Haji Saleh pun berdemonstrasi dan berdialog  mengingatkan tuhan kalau-kalau ia silap.

Adzan ashar pun berkumandang, setelah para peserta acara Reading Group sholat ashar semua berkumpul di ruang tengah Sanggar Semesta. Aku merasa senang karena ini adalah pertamakalinya aku mengikuti acara semacam ini.

Sekitar pukul 15.30 sambil meminum teh acara Reading Group pun dimulai,  acara dibuka oleh Adzwari Ridzki dan isi cerpen pun mulai dibacakan oleh peserta Reading Group. Yang pertama dibacakan oleh Intan dan secara estafet diteruskan oleh Ahmad Nahudin dan Toni.

Para peserta yang lain sepertinya menikmati acara Reading Group tersebut. Satu hal yang dapat aku pelajari ternyata ketika kita membaca sebuah teks dan dibarengi dengan mendengarkan teks itu dibacakan, itu lebih efektif sekali untuk kita memahami arti dari bacaan itu sendiri.

Setelah isi cerpen dibacakan, mas Adzwar pun bertanya  pada semua peserta Reading Group, “Apa yang kalian pahami dari isi cerpen Robohnya Surau Kami ini”?

Satu peserta menjawab:

“Lebih mengembangkan imajinasi mas, sepertinya aku terbayang-bayang dengan percakapan antara tuhan dan haji Saleh”

Begitu katanya, memang cerpen Robohnya Surau Kami ini sangat istimewa karena kejadian-kejadiannya terjadi bisa dari alam lain….

Peserta kedua  menjawab:

“Ceritanya lucu mas, karena hal yang bisa terjadi di dunia ternyata bisa terjadi di akhirat seperti contoh ketika haji Saleh dan teman-temannnya yang berdemonstrasi kepada tuhan ia menganggap bahwa tuhan tidak silap. Padahal berdemonstrasi hanya kita kenal di dunia saja”.

Peserta ketiga berkomentar, aku sangat mengingat sekali komentarnya karena ia bilang:

“Aku berpendapat bahwa semua orang Indonesia itu munafik!”

Tiba-tiba peserta terdiam, mungkin mereka berfikir mengapa dia bisa berbicara seperti itu? Mas adzwar pun bertanya pada semua peserta, “Apakah kalian setuju dengan pendapatnya?”

Satu persatu peserta menjawab termasuk aku. Aku sedikit berpendapat mungkin. Menurutku tidak semua orang Indonesia seperti itu, hanya sebagian.  Itu tergantung dari sifat mereka dan  kepribadian diri mereka masing-masing.

Percakapan terus berlangsung, banyak hal yang kami tahu dan pelajari dari Reading Group cerpen Robohnya Surau Kami.

Aku sangat menyukai Cerpen Robohnya Surau Kami. Cerpen ini banyak memberikan pelajaran tentang kajian islam  yang mencakup persoalan amat penting didalam kehidupan beragama.

Kehidupan di akhirat adalah hasil usaha umat manusia di dunia. Usaha di dunia berarti menghidupi diri dan saudara-saudara yang lain dalam rangka mencapai kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Usaha untuk kehidupan dunia dan akhirat haruslah seimbang.

Begitu pula dengan ibadah. Ibadah yang dinilai oleh Allah bukanlah hanya tuntutan agama melaksanakan ibadah-ibadah khusus saja seperti sholat, puasa, berhaji, dan berzakat. Didalam pola tradisionalis ibadah-ibadah khusus ini sering ditekankan, sementara soal-soal kemanusiaan  serta kepedulian akan keadaan lingkungan sosial cenderung diabaikan.

Seorang ahli ibadah pun bisa dijewer masuk neraka jikalau ia tidak peduli pada kehidupan dunianya. Maka pelihara dan jagalah itu jangan sampai bersikap masabodoh terhadap apa yang kita miliki.

Egois sekali ketika ia hanya mementingkan keselamatan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain padahal kerja juga ibadah, bekerja dengan tekun pada jalan yang baik, mengolah hasil bumi, mendayagunakan kekayaan alam atau mempelajari gejala alam untuk ilmu pengetahuan itu semua adalah ibadah.

Karena sesungguhnya segala perbuatan, pendengaran, penglihatan dan hati  akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nanti.

Kegiatan ini luar bisa manfaatnya pada pembaca, diantaranya banyak memberikan pengalaman pengganti, menambah wawasan bahasa, mengembangkan imajinasi, mengembangkan perilaku manusia dan dapat menyuguhkan pengalaman yang universal berkaitan dengan kehidupan manusia. Ya, itulah cerpen Robohnya Surau Kami.

Acara Reading Group selesai. Aku dan peserta lain pun bersantai sambil meminum teh menonton film otobiografi  A.A. Navis. Pelajaran demi pelajaran aku dapatkan dari acara Reading Group cerpen Robohnya Surau Kami  di Sanggar Semesta.

Terima kasih untuk cerpen “Robohnya surau kami” takan pernah aku lupa pelajaran yang kamu berikan kepada kami.

Salam

(Yunika Eka Putri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 4, 2012 by in Reading Group and tagged , , , .
%d bloggers like this: